LPPM | IAIN Pekalongan

Selayang Pandang

E-mail Print PDF

SEJARAH PUSAT PENELITIAN

DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (P3M)

 

Secara fungsional, keberadaan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pekalongan tidak dapat diabaikan kedudukan, peran dan fungsinya. Hal ini berkaitan dengan misi sebuah perguruan tinggi yang memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, yaitu misi teaching, riset dan pengabdian masyarakat. Dalam perspektif tri dharma tinggi, P3M memiliki tugas dan fungsi di bidang penelitian dan pengabdian. Berdasakan legal status, P3M merupakan salah satu lembaga atau unit pelaksana teknis di STAIN Pekalongan yang menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Namun dalam menjalankan tugas riset dan pengabdian tersebut, P3M secara konseptual-aksiologis tidak dapat menafikan misi pengajaran. Sebab ketiga misi tersebut harus berjalan beriringan dan sinergis. Melalui teaching dapat dikembangan SDM sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Lewat pendidikan juga, akan melahirkan SDM yang pada akhirnya memiliki kapabilitas dalam melakukan riset dan kerja sosial berupa misi community empowering. Dengan melakukan riset, akan ditemukan berbagai informasi, ilmu pengetahuan, teori-teori baru, metode baru yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya bahan pembelajaran bagi dosen dan mahasiswa. Dus, dengan itu, materi ajar tidak hanya berupa text-book yang sudah out of date, basi, tengek, tetapi juga dari informasi dan pengetahuan terkini yang berbasis riset.

Pengabdian, di satu sisi merupakan wahana kepedulian civitas akademika STAIN Pekalongan terhadap masyarakat. Dalam konteks ini, melalui pengabdian, masyarakat kampus mempraktekkan, menerapkan, mengamalkan potensi ilmu yang dimiliki dan dalam waktu bersamaan dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat dalam memecahkan problem sosial. Di sisi lain, lewat pengabdian, insan akademik dapat belajar dari dan tentang living tradition. Banyak informasi, data, dan pelajaran yang berkembang di masyarakat. Potensi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak kampus untuk memperkaya bahan ajar, dan sekaligus dapat dijadikan sebagai pijakan melakukan riset. Karena dari sana akan dapat diidentifikasi masalah-masalah dan potensi baru yang dapat diteliti lebih lanjut. Selanjutnya, melalui riset akan ditemukan pengetahuan, informasi, metode baru yang dapat dimanfaatkan bagi bahan ajar dosen, atau untuk memecahkan persoalan kemasyarakatan lebih lanjut. Begitu seterusnya. Dengan kata lain, tanpa pembuktian praktis-realis melalui pengabdian kepada masyarakat [dengan segala bentuk: Kuliah Kerja Nyata, Desa Mitra Kerja, Madrasah Binaan, dll] sebuah hasil riset menjadi tidak valid dan proses pendidikan menjadi tidak par exellence, karena tidak mampu mentransformasikan realitas sosial.